Madu memang menjadi salah satu bahan minuman alami yang paling banyak digunakan di masyarakat karena manfaatnya. Untuk kesehatan seperti obat batuk, obat antioksidan, pencegah diabetes dan masih banyak lagi. Madu ini bisa sebagai bahan alami untuk perawatan kecantikan. Namun, karena kebutuhan yang sangat besar ada saja produk madu palsu yang dijual bebas. Memang cukup sulit untuk melihat dan membedakan madu asli dan madu palsu hanya dari kemasan saja.

Akan tetapi, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang asli dan palsu, serta kualitas madu apakah baik atau jelek. Ada beberapa uji kuantitas untuk menentukan “asli” atau “palsu” dengan cara pengujian kadar air, pengujian kandungan hidroksi metil furfuraldehid (HMF), penentuan aktivitas enzim invertase, penentuan enzim diastase, dan pengujian keasaman madu.

Kandungan HMF yang merupakan produk pemecahan glukosa dan fruktosa pada madLi asli maksimal 3 mg/100 gram. Madu asli juga memiliki keasaman (pH) yang tetap berkisar 3,4-4,5, sedangkan pH madu palsu 2,4-3,3 atau di atas 5. Aktivitas enzim diastase pada madu asli yang berkualitas minimal 5 dengan rasio kalium (K) dan natrium (Na) sekitar 4,0. Pada madu palsu, rasionya 0,05-0,1. Madu asli memiliki sifat khas memutar optik ke kiri yang bisa diperiksa dengan alas polarimeter.

Nah, di sini kita akan membahas tips cara membedakan madu murni dan madu yang sudah diberikan campuran atau bahkan madu yang palsu. Simak tips berikut ini untuk mengetahuinya!

  1. Cara yang pertama, Anda cukup masukkan satu tetes madu ke dalam air putih. Jika tetesan madu tersebut tidak tercampur dengan air dan terjatuh ke dasar air, maka madu tersebut asli atau murni. Apabila tetesan madu bisa tercampur atau terapung dalam air, maka bisa dikatakan bahwa madu tersebut palsu/campuran.
  2. Keaslian madu juga bisa diuji dengan melumuri ujung korek api kayu dengan madu. Kemudian, gesekkan ujung korek api yang sudah dilumuri untuk menyalakannya. Apabila korek api masih bisa menyala setelah dilumuri madu, maka madu yang digunakan adalah madu asli. Sebaliknya, jika korek api tidak mau menyala, maka kemungkinan besar madu tersebut palsu atau campuran.
  3. Kocoklah madu yang telah Anda beli. Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.
  4. Campur madu dengan telur ayam atau telur bebek. Madu asli yang dikocok bersama telur akan membentuk gumpalan dan rasa telur berubah menjadi seperti sudah digoreng.
  5. Masukkan madu yang telah dibeli ke dalam freezer atau lemari pembeku. Jika madu tersebut tidak membeku setelah beberapa lama, maka madu tersebut adalah madu asli. Sebaliknya, apabila madu yang ditaruh membeku, maka madu tersebut sudah ada campurannya atau palsu.
  6. Teteskan atau menuangkan madu pada kertas kosong. Kemudian cobalah untuk merobek kertas yang sudah dituangkan madu tersebut, Jika kertas tidak mudah robek, maka madu itu benar-benar murni atau asli. Sebaliknya, apabila kertas tersebut mudah dirobek, maka madu tersebut palsu atau sudah ada campurannya.
  7. Merebus madu di atas sendok. Caranya cukup muda, sediakan 1 buah sendok makan, lalu tuangkan madu tersebut ke dalam sendok. Kemudian panaskan sendok yang sudah terisi madu diatas lilin atau api. Jika madu tersebut mengeluarkan busa yang cukup banyak dan hampir atau tumpah dari sendok tersebut, maka dapat disimpulkan madu tersebut asli atau murni. Namun, sebaliknya, jika madu tersebut hanya mengeluarkan sedikit busa, maka madu tersebut termasuk madu palsu atau madu yang sudah ada campuran bahan lain di dalamnya.
  8. Tuang setetes madu ke ibu jari. Jika madu tersebut tumpah ke berbagai sisi, maka itu adalah madu palsu. Soalnya, madu asli akan tetap berada di jempol dengan bentuk awal.

Pengujian ini wajib dilakukan karena madu yang asli pasti akan bermanfaat untuk kesehatan. Madu yang asli bisa membantu meringankan alergi, meredakan batuk, dan lebih mudah tidur.  Salah satunya Madu Ruqyah Sar’iyyah (MARSYA), Anda tidak perlu khawatir ketika ingin mengonsumsinya. MARSYA terbuat dari madu murni sonokeling yang yang aman dikonsumsi oleh siapa saja. Lebih bijaklah dalam memilih madu.

 

 

Tanya ke WA