Sistem kekebalan tubuh Anda sangat berperan dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, dan ancaman kuman lainnya. Yang Anda lakukan setiap hari bisa membantu, atau justru menghambat kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda.

Karena banyak hal dari sistem imun ini masih berupa misteri, tidak salah jika di masyarakat banyak berkembang mitos yang salah tentang sistem imun. Mengapa salah? Karena kebanyakan mitos tersebut tidak didasari oleh penelitian yang valid. Artikel ini akan menjawabnya dengan menjelaskan mengenai mitos seputar sistem kekebalan tubuh.

Mitos : Minum banyak vitamin dan mineral dapat meningkatkan sistem imun

Memang benar jika kekurangan zat gizi dalam jangka panjang dapat menurunkan sistem imun. Dan memang benar juga jika mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran setiap hari dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin dan mineral sesuai anjuran dapat mencegah suatu penyakit. Kecuali kekurangan vitamin dan mineral, mengonsumsi vitamin dan mineral dosis tinggi tidak terbukti menguntungkan bagi sistem imun. Kebiasaan mengonsumsi vitamin dan mineral dalam dosis tinggi justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Mitos : Menutup mulut mencegah penularan batuk atau flu

Menutup mulut ketika batuk atau bersin adalah etika yang tepat untuk membatasi penyebaran penyakit, tapi tetap tidak lantas menutup kesempatan menularkannya pada orang lain di sekitar Anda. Kenyataannya, sistem kekebalan tubuh Anda sendirilah yang menentukan seberapa besar risiko Anda bisa tertular penyakit.

Tidak semua virus dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh lewat hidung. Virus dan bakteri tertentu dapat mendarat di permukaan benda dan bertahan hidup hingga berjam-jam lamanya. Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi ini dapat memperlebar kesempatan Anda untuk tertular penyakit. Maka dari itu, sering-seringlah cuci tangan dan hindari menyentuh wajah Anda, terutama hidung, mulut, dan mata dengan tangan kotor.

Mitos: Sistem kekebalan tubuh sedang melemah ketika demam

Demam justru membantu sistem kekebalan tubuh Anda melawan infeksi dalam 2 cara. Pertama, temperatur tubuh yang tinggi mempercepat fungsi-fungsi sel, termasuk sel yang berperan dalam melawan penyakit. Mereka lebih cepat merespon serangan kuman dalam tubuh. Kedua, temperatur tubuh yang tinggi menyulitkan bakteri dan virus untuk berkembang dalam tubuh.

Jika Anda demam selama lebih dari 2-3 hari, atau jika demam disertai dengan gejala lain seperti muntah, diare, sakit telinga, atau batuk, itulah saatnya untuk mencari bantuan dokter. Selalu periksa ke dokter jika yang mengalami demam adalah anak Anda yang berusia 3 bulan atau kurang.

Mereka yang punya sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV, pasien transplantasi organ, pasien kemoterapi, atau penderita diabetes dan gangguan jantung juga harus segera periksa ke dokter jika demam.

Mitos : Olahraga bikin gampang capek

Olahraga tidak akan membuat kekebalan tubuh Anda menurun, selama tidak dilakukan berlebihan. Olahraga malah bisa membantu memperkuat sistem imun melawan beberapa penyakit tertentu. Rutin olahraga juga dapat menstabilkan tekanan darah dan gula darah guna menjaga kebugaran tubuh.

Mitos : Anak-anak wajib minum vitamin

Anak-anak tidak membutuhkan suplemen untuk menguatkan daya tahan tubuhnya. Sama prinsipnya seperti konsumsi vitamin atau suplemen pada orang dewasa, asupan suplemen tambahan semata bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak apabila dirasa perlu.

Bila Anda sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak lewat pola makan sehat dan seimbang, maka anak tidak perlu vitamin atau suplemen tambahan.

Mitos: Vaksin flu melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan flu

Vaksin mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus flu sebagai ancaman. Meskipun beberapa orang tetap terkena flu setelah mendapat vaksin, namun biasanya mereka hanya akan terkena serangan flu ringan. Ini karena antibodi yang dibuat tubuh sebagai respon terhadap vaksin bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap flu.

Jadi mengapa beberapa orang menuduh vaksin flu justru menyebabkan flu? Beberapa mungkin keliru mengira efek samping sementara dari vaksin—demam ringan dan nyeri tubuh—sebagai gejala flu. Dan waktu orang-orang mendapatkan vaksin flu kemungkinan adalah saat dimana flu dan penyakit pernapasan lainnya sedang umum terjadi. Jika Anda mendapatkan vaksin flu lalu terserang penyakit pernapasan, maka Anda bisa keliru mengira vaksin itulah yang menyebabkannya.

Demikanlah informasi seputar mitos sistem kekebalan tubuh yang perlu Anda ketahui. Jadi apabila Anda hampir setiap minggu mengalami meler di hidung atau sering merasa lemas, bisa jadi itu adalah tanda adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh Anda.

Tanya ke WA